Cara Mengidentifikasi Support dan Resistance dalam Trading

Avatar

Salam, para trader di Indonesia! Apakah kalian pernah bingung membedakan antara support dan resistance dalam trading? Jangan khawatir, karena di artikel ini saya akan menjelaskan dengan santai dan mudah dipahami bagaimana cara menentukan kedua istilah tersebut.

Pertama-tama, mari kita pahami definisi dari support dan resistance. Support adalah level harga di mana terdapat banyak pembeli yang melakukan aksi beli sehingga harga cenderung menjadi stabil atau bahkan naik. Sedangkan, resistance adalah level harga di mana terdapat banyak penjual yang melakukan aksi jual sehingga harga cenderung turun atau bahkan stagnan. Dalam trading, baik itu di pasar saham, forex, atau komoditi, mengetahui level support dan resistance sangatlah penting untuk menentukan keputusan trading yang cerdas. Jadi, ikuti terus artikel ini untuk mengetahui cara menentukan level support dan resistance yang tepat!

1. Apa itu Support dan Resistance dalam Trading?

Support dan resistance adalah konsep penting dalam trading, yang membantu trader untuk mengidentifikasi level harga di mana aksi jual beli yang signifikan telah terjadi di masa lalu. Support adalah level harga di mana permintaan kuat muncul dan mencegah harga turun lebih jauh. Resistance, di sisi lain, adalah level harga di mana penawaran kuat muncul dan mencegah harga naik lebih tinggi. Dalam trading, support dan resistance biasanya digunakan dalam mengembangkan strategi trading dan mengambil keputusan perdagangan.

2. Cara Menentukan Support dan Resistance?

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan support dan resistance dalam trading. Salah satu cara yang paling populer adalah dengan menggunakan grafik harga atau chart. Trader dapat mengamati level harga signifikan di chart dan mengidentifikasi level-level support dan resistance berdasarkan titik-titik tertentu di chart tersebut.

3. Menentukan Support dan Resistance melalui Analisis Teknikal

Analisis teknikal adalah satu metode yang dapat digunakan untuk menentukan support dan resistance dalam trading. Dalam analisis teknikal, trader dapat menggunakan berbagai indikator teknis yang dapat membantu dalam mengidentifikasi level-level support dan resistance. Contohnya, Moving Average, RSI, dan Bollinger Bands dapat digunakan untuk mengidentifikasi level-level tersebut.

4. Menentukan Support dan Resistance dengan Pola Chart

Pola chart atau pattern adalah bentuk yang terbentuk pada chart dan dapat membantu trader dalam mengidentifikasi level-level support dan resistance. Contohnya, Head and Shoulders, Double Tops, Triple Tops, dan Triangle adalah beberapa pola chart yang sering digunakan untuk menentukan level-level support dan resistance.

5. Bagaimana Cara Menggunakan Support dan Resistance dalam Trading?

Setelah menentukan level-level support dan resistance, trader dapat menggunakannya dalam mengembangkan strategi trading. Support dan resistance dapat menjadi level-level penting untuk menentukan level stop loss dan take profit. Selain itu, level-level tersebut juga dapat digunakan untuk menentukan kapan harus membeli atau menjual.

6. Mengenali Breakout pada Support dan Resistance

Breakout adalah situasi di mana level support atau resistance tertembus oleh pergerakan harga, yang menunjukkan sinyal kuat untuk masuk pasar atau keluar pasar. Trader dapat menggunakan level-level support dan resistance untuk menentukan saat-saat breakout terjadi dan mengambil keputusan perdagangan yang tepat.

READ MORE :  Cara Berdagang di Olymp Trade: Panduan Lengkap untuk Pemula

7. Menjaga Konsistensi dalam Penggunaan Support dan Resistance

Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari support dan resistance, penting untuk menjaga konsistensi dalam penggunaannya. Trader harus memiliki rencana trading yang jelas dan dapat mengikuti aturan-aturan yang telah ditentukan, termasuk penggunaan support dan resistance.

8. Risiko dalam Trading dengan Support dan Resistance

Seperti halnya segala bentuk trading, trading dengan support dan resistance memiliki risiko. Risiko kerugian tidak dapat dihindari, meskipun trader memiliki rencana trading yang kuat. Namun, dengan mematuhi aturan-aturan trading dan mengelola risiko secara efektif, trader dapat membantu mengurangi risiko dalam trading.

9. Menjadi Trader yang Sukses dengan Menggunakan Support dan Resistance

Untuk menjadi seorang trader sukses dengan menggunakan support dan resistance, dibutuhkan waktu dan dedikasi untuk mempelajari dan menguasai konsep ini. Trader juga harus memiliki rencana trading yang kuat, kemampuan untuk mengelola risiko secara efektif, dan kedisiplinan dalam mengikuti aturan-aturan trading.

10. Kesimpulan

Support dan resistance adalah konsep dasar yang penting untuk dikuasai oleh trader dalam trading. Dalam menentukan level-level support dan resistance, trader dapat menggunakan berbagai metode, termasuk grafik harga, analisis teknikal, pola chart, dan indikator teknis. Dalam penggunaannya, support dan resistance dapat membantu trader dalam mengembangkan strategi trading, menentukan level stop loss dan take profit, serta mengidentifikasi situasi breakout. Dibutuhkan waktu dan dedikasi untuk mempelajari dan menguasai konsep support dan resistance, tetapi dengan disiplin dan pengelolaan risiko yang tepat, trader dapat menjadi sukses dalam trading.

10 Cara untuk Menentukan Support dan Resistance dalam Trading

Untuk menjadi seorang trader yang sukses, penting untuk memahami bagaimana cara menentukan support dan resistance dalam trading. Dalam artikel ini, kami akan membahas 10 cara untuk menentukan support dan resistance dalam trading.

1. Gunakan Garis Horizontal

Salah satu cara termudah untuk menentukan support dan resistance adalah dengan menggunakan garis horizontal di chart trading Anda. Anda dapat menunjukkan level support dengan menggambar garis horizontal di bawah harga yang tidak dapat ditembus. Sebaliknya, Anda dapat menunjukkan level resistance dengan menggambar garis horizontal di atas harga yang tidak terlewati.

2. Pakai Pivot Points

Pivot points dapat membantu trader menentukan level support dan resistance dalam trading. Pivot points ditemukan dengan menjumlahkan harga tertinggi, terendah, dan penutupan periode sebelumnya. Hasilnya kemudian dibagi tiga untuk menetapkan level support dan resistance.

3. Gunakan Fibonacci Retracement

Fibonacci retracement merupakan alat yang sering digunakan untuk menentukan level support dan resistance. Fibonacci retracement melibatkan penggambaran garis horizontal pada level fibonacci yang lebih tinggi dan lebih rendah pada chart trading Anda.

4. Perhatikan High dan Low Terakhir

Level support dan resistance dapat ditentukan dengan memerhatikan high dan low terakhir pada chart trading Anda. Tidak jarang, level-level ini menjadi area area support dan resistance yang cukup kuat.

5. Gunakan Bollinger Bands

Bollinger Bands adalah alat analisis teknis yang dapat membantu trader menentukan level support dan resistance pada chart trading. Bollinger bands melibatkan penggunaan garis yang membatasi gerakan harga pada jangka waktu tertentu.

6. Gunakan Moving Averages

READ MORE :  Cara Mudah Membaca Trading Candlestick Untuk Pemula

Moving averages dapat digunakan oleh trader untuk menentukan level support dan resistance pada chart trading. Hal ini ditentukan dengan mencari area di mana harga cenderung memantul atau bertahan di atas atau di bawah moving averages.

7. Perhatikan Volume Trading

Volume trading dapat membantu trader menentukan level support dan resistance pada chart trading. Peningkatan volume trading dapat menunjukkan bahwa harga akan bertahan pada level support atau resistance bagi pasar yang lebih kuat.

8. Perhatikan Pola Chart

Pola chart, seperti double tops dan double bottoms, dapat membantu trader menentukan level support dan resistance pada chart trading. Pola-pola ini dapat menunjukkan di mana harga cenderung bergerak di masa depan, dan di mana level support dan resistance historis masih mungkin menjadi faktor penting dalam pergerakan harga.

9. Ikuti Berita Saat Ini

Berita dan kejadian saat ini dapat mempengaruhi level support dan resistance pada chart trading. Misalnya, sebuah pengumuman kenaikan suku bunga oleh bank sentral dapat mengakibatkan harga bergerak ke atas level resistance sebelumnya.

10. Bekerja dengan Timeframe Lebih Rendah

Dengan bekerja pada timeframe lebih rendah, trader dapat lebih mudah menentukan level support dan resistance pada chart trading. Hal ini karena informasi yang dihasilkan dari timeframe lebih rendah lebih akurat dan relatif cepat berubah.

Dalam menentukan level support dan resistance pada chart trading, trader perlu menggunakan alat yang berbeda untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat. Dengan menggunakan 10 cara yang dijelaskan di atas, trader dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam menentukan support dan resistance serta ketepatan dalam mengambil keputusan trading mereka.

3. Metode Menentukan Support dan Resistance dalam Trading

1. Metode Swing High dan Swing Low

Salah satu metode paling populer untuk menentukan support dan resistance dalam trading adalah dengan menggunakan metode swing high dan swing low. Metode ini didasarkan pada teori bahwa setiap harga memiliki kecenderungan untuk bergerak naik dan turun dalam suatu rentang tertentu.

Swing high dan swing low adalah titik tertinggi dan terendah dari pergerakan harga dalam suatu rentang waktu tertentu. Trader dapat menggambar garis support dan resistance dengan menghubungkan swing high dan swing low yang terdapat di chart.

Contohnya, bila trader memperhatikan chart harian pada pasangan mata uang EUR/USD, trader dapat menandai swing low terendah yang terjadi selama minggu atau bulan terakhir, dan menghubungkannya dengan swing high tertinggi yang terjadi dalam periode yang sama.

Swing High dan Swing Low pada EUR/USD
Tanggal Harga Swing High Harga Swing Low
1 Januari 2021 1.2300 1.2000
1 Februari 2021 1.2550 1.2100
1 Maret 2021 1.2450 1.2300

Dari contoh tersebut, trader dapat menarik garis support pada harga swing low terendah yang terjadi pada 1 Januari 2021, dan garis resistance pada harga swing high tertinggi yang terjadi pada 1 Februari 2021. Garis-garis tersebut akan membantu trader dalam membaca arah pergerakan harga pada masa depan.

2. Metode Moving Average

Metode moving average juga dapat digunakan untuk menentukan support dan resistance dalam trading. Moving average adalah cara untuk mengevaluasi tren dengan menghitung harga rata-rata selama periode waktu tertentu.

READ MORE :  Cara Trading Intraday: Tips dan Trik untuk Pemula

Untuk mengamati support dan resistance pada chart, trader dapat mengamati moving average dan menarik garis support dan resistance pada level yang menjadi resistance bagi harga atau pada level yang menjadi support bagi harga tersebut.

Moving Average pada Harga Emas
Tanggal Harga Emas Moving Average 20 hari
1 Januari 2021 1,900 1,875
1 Februari 2021 1,850 1,865
1 Maret 2021 1,890 1,860

Dalam contoh di atas, trader dapat menarik garis support pada level moving average 20 hari yang berada sekitar 1,865 dan garis resistance pada level moving average 20 hari yang berada sekitar 1,875.

3. Metode Pivot Point

Metode pivot point juga dapat digunakan untuk menentukan support dan resistance dalam trading. Pivot point adalah level harga rata-rata yang dihitung berdasarkan harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah, dan harga penutupan dari periode waktu sebelumnya.

Dalam metode pivot point, trader dapat menentukan level support dan resistance dengan menghitung level pivot point dan level-level pendukung (support) serta level-level tahanan (resistance) yang ada pada pergerakan harga selanjutnya. Banyak trader profesional menggunakan metode pivot point ini dalam trading untuk memprediksi kapan harga akan berbalik arah atau melanjutkan trend-nya.

4. Metode Teori Gelombang Elliot

Metode teori gelombang Elliot juga dapat digunakan untuk menentukan support dan resistance dalam trading. Teori ini mengasumsikan bahwa harga pada chart bergerak dalam sebuah pola gelombang yang dapat diprediksi.

Polal gelombang ini dibentuk oleh lima gelombang impul dan tiga gelombang koreksi. Trader dapat menggambar garis support dan resistance dengan menghubungkan level-level tertinggi dan terendah yang membentuk masing-masing gelombang.

Teori gelombang Elliot dapat membantu trader dalam memperoleh gambaran analisa teknikal yang lebih luas dalam trading, dan memiliki potensi keuntungan yang besar.

5. Metode Price Action

Metode price action menekankan pada pengamatan pergerakan harga tanpa bantuan indikator atau robot. Dalam metode ini, trader akan menggunakan level-level support dan resistance sebagai acuan dalam menentukan level entry dan exit pada setiap posisi trading.

Dalam price action, trader akan memperhatikan level-level support dan resistance yang terbentuk pada chart, dan memperhatikan formasi candle yang terbentuk untuk menentukan apakah harga akan bergerak naik atau turun.

Metode price action mengajarkan trader untuk membaca chart dengan lebih mudah dan efektif. Trader dapat melihat struktur pergerakan harga dan menetapkan level-level support dan resistance yang jelas sehingga dapat membantu meningkatkan probabilitas keberhasilan trading.

Nikmati Trading Anda Dengan Support dan Resistance

Terima kasih sudah membaca artikel kami tentang cara menentukan support dan resistance dalam trading. Semoga artikel ini memberikan ide dan bermanfaat bagi Anda dalam melakukan trading. Jangan lupa untuk terus mempelajari trading dan memantau pergerakan pasar agar bisa meraih keuntungan. Jangan ragu untuk kembali berkunjung ke situs kami untuk artikel-artikel menarik lainnya! Sampai jumpa lagi!

Tentang Penulis

Avatar

Halo aku adalah Penulis Lepas di Situs Tomorrow.SG, Semua hal yang aku tulis disini berdasarakan referensi dari berbagai macam sumber, semoga kalian suka membacanya