Gaji Tukang Parkir Pesawat (Marshaller), Tugas dan Jam Kerjanya

Gaji Tukang Parkir Pesawat (Marshaller), Tugas dan Jam Kerjanya – Marshaller, atau petugas pandu pesawat, merupakan salah satu elemen penting dalam industri penerbangan yang bertanggung jawab untuk mengarahkan pesawat menuju tempat parkir di bandara. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang gaji marshaller, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta peran penting yang dimainkan oleh para profesional ini dalam menjaga keselamatan dan efisiensi operasional di bandara.

Tren Gaji Marshaller

Gaji marshaller bervariasi tergantung pada berbagai faktor, termasuk lokasi geografis, ukuran bandara, pengalaman, dan sertifikasi yang dimiliki. Secara umum, gaji marshaller dapat dikategorikan sebagai gaji yang stabil namun tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan beberapa profesi lain dalam industri penerbangan. Namun demikian, dengan pengalaman yang cukup dan sertifikasi yang sesuai, ada potensi untuk meningkatkan penghasilan secara signifikan.

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Gaji

Beberapa faktor memengaruhi besarnya gaji bagi marshaller. Salah satunya adalah lokasi geografis. Bandara yang berlokasi di kota-kota besar atau daerah dengan lalu lintas udara yang tinggi cenderung menawarkan gaji yang lebih tinggi dibandingkan dengan bandara kecil atau daerah dengan lalu lintas udara yang rendah.

Pengalaman juga merupakan faktor penting dalam menentukan gaji marshaller. Marshaller dengan pengalaman yang lebih banyak dan rekam jejak yang baik dalam menangani pesawat cenderung mendapatkan penawaran gaji yang lebih baik. Selain itu, sertifikasi yang dimiliki juga dapat mempengaruhi gaji. Sertifikasi seperti Airport Ramp Safety Awareness atau Ramp Operations Training dapat meningkatkan daya tarik dan nilai seorang marshaller di pasar kerja.

Peran Penting Marshaller dalam Industri Penerbangan

Meskipun gaji marshaller mungkin tidak sebesar beberapa posisi lain dalam industri penerbangan, peran mereka sangat penting untuk menjaga keselamatan dan efisiensi operasional di bandara. Sebagai petugas yang bertanggung jawab untuk mengarahkan pesawat menuju tempat parkir yang aman dan efisien, marshaller memainkan peran kunci dalam mencegah tabrakan atau kecelakaan di darat. Mereka juga membantu memastikan bahwa pesawat diparkir dengan benar untuk memfasilitasi proses bongkar muat penumpang dan kargo dengan lancar.

Selain itu, marshaller juga bertanggung jawab untuk memberikan arahan kepada pilot tentang kondisi apron dan kondisi cuaca saat ini. Komunikasi yang efektif antara marshaller dan pilot sangat penting untuk memastikan keselamatan penerbangan dan operasional yang lancar di bandara.

READ MORE :  Update PT Inuki Gaji Semua Posisi Terbaru 2023

Rata – Rata Gaji Tukang Parkir Pesawat (Marshaller):

Menurut data dari berbagai platform lowongan pekerjaan seperti Jobstreet, Glints, dan LinkedIn, rata-rata gaji marshaller di Indonesia berkisar antara Rp 4.000.000 hingga Rp 7.000.000 per bulan.

Perkiraan Gaji Tukang Parkir Pesawat (Marshaller) per Hari:

Berdasarkan data dari berbagai sumber, perkiraan gaji marshaller per hari di Indonesia berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 500.000.

  • Rp 150.000 – Rp 250.000: Kisaran ini umumnya untuk marshaller dengan pengalaman minimal dan jam kerja normal.
  • Rp 250.000 – Rp 350.000: Kisaran ini untuk marshaller dengan pengalaman lebih banyak atau jam kerja yang lebih panjang.
  • Rp 350.000 – Rp 500.000: Kisaran ini untuk marshaller yang memiliki skill khusus, seperti mengoperasikan forklift atau bekerja di bandara internasional yang sibuk.

Tugas Utama Tukang Parkir Pesawat (Marshaller):

  1. Memandu Pesawat:

    • Marshaller berkomunikasi dengan pilot menggunakan sinyal tangan dan alat bantu seperti marshalling bat untuk memandu pesawat saat mendarat, taxiing, dan parkir di apron.
    • Mereka memberikan instruksi yang jelas dan tepat untuk memastikan pesawat berada di posisi yang benar dan aman.
    • Marshaller harus memahami berbagai jenis pesawat dan prosedur parkir yang berbeda-beda.
  2. Memastikan Keselamatan:

    • Keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama marshaller.
    • Mereka harus mematuhi peraturan keselamatan penerbangan yang ketat dan memastikan tidak ada potensi bahaya di sekitar pesawat saat parkir.
    • Marshaller harus selalu waspada dan siaga terhadap situasi yang tidak terduga.
  3. Memantau Kelancaran Lalu Lintas:

    • Marshaller berkoordinasi dengan petugas lain di apron untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas pesawat.
    • Mereka harus mengatur pergerakan pesawat dengan efisien dan aman, menghindari potensi tabrakan atau kecelakaan.
    • Marshaller harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan bekerja sama dalam tim.
  4. Melakukan Pemeriksaan:

    • Sebelum memandu pesawat untuk parkir, marshaller melakukan pemeriksaan awal pada area parkir untuk memastikan tidak ada halangan atau potensi bahaya.
    • Mereka juga memeriksa kondisi pesawat secara visual untuk memastikan aman untuk parkir.
    • Marshaller harus memiliki ketelitian dan kemampuan observasi yang tinggi.
  5. Memberikan Informasi:

    • Marshaller dapat memberikan informasi kepada pilot tentang kondisi cuaca, situasi di apron, dan panduan lainnya yang diperlukan.
    • Mereka harus memiliki pengetahuan yang luas tentang bandara dan operasional penerbangan.
    • Marshaller harus mampu berkomunikasi dengan pilot secara efektif dan profesional.
READ MORE :  Update Gaji PT. Edvan Brebes Semua Posisi Terbaru 2023

Keterampilan dan Kualitas yang Diperlukan Tukang Parkir Pesawat (Marshaller):

  • Kemampuan fisik: Pekerjaan marshaller membutuhkan kondisi fisik yang prima karena sering melibatkan aktivitas seperti berjalan kaki, mengangkat benda, dan memberikan sinyal tangan.
  • Ketelitian dan Konsentrasi: Marshaller harus teliti dan fokus dalam menjalankan tugasnya karena kesalahan kecil dapat berakibat fatal.
  • Kemampuan Komunikasi: Kemampuan komunikasi yang baik sangat penting untuk berkoordinasi dengan pilot, petugas lain, dan bekerja sama dalam tim.
  • Kemampuan Bekerja Sama: Marshaller harus mampu bekerja sama dengan tim dengan baik untuk memastikan kelancaran operasional penerbangan.
  • Pengetahuan tentang Penerbangan: Marshaller harus memiliki pengetahuan tentang bandara, operasional penerbangan, dan peraturan keselamatan penerbangan.
  • Kemampuan Beradaptasi: Marshaller harus mampu beradaptasi dengan situasi yang berubah dengan cepat dan menyelesaikan masalah dengan sigap.

Prospek Kerja Tukang Parkir Pesawat (Marshaller) di Indonesia

Industri penerbangan di Indonesia terus berkembang, membuka peluang bagi berbagai profesi, termasuk tukang parkir pesawat (marshaller). Namun, seperti halnya profesi lain, prospek kerja marshaller memiliki sisi positif dan negatif yang perlu di pertimbangkan.

Sisi Positif:

  • Permintaan Tinggi: Pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia memicu peningkatan kebutuhan marshaller. Bandara-bandara baru terus bermunculan, dan maskapai penerbangan memperluas armadanya, sehingga membutuhkan lebih banyak marshaller untuk menangani operasional penerbangan yang semakin kompleks.
  • Gaji yang Cukup: Di bandingkan dengan upah minimum regional (UMR) di berbagai daerah di Indonesia, gaji marshaller tergolong cukup. Rata-rata gaji marshaller berkisar antara Rp 4.000.000 hingga Rp 7.000.000 per bulan, dengan potensi penghasilan yang lebih tinggi bagi marshaller berpengalaman dan bekerja di bandara besar.
  • Peluang Karir: Bagi marshaller yang rajin, disiplin, dan menunjukkan kinerja yang baik, terdapat peluang untuk naik jabatan dan mendapatkan gaji yang lebih tinggi. Beberapa marshaller dapat beralih ke posisi pengawas atau supervisor, bahkan menjadi pilot dengan mengikuti pelatihan khusus.
  • Berkontribusi pada Industri Penting: Menjadi marshaller berarti berkontribusi langsung pada industri penerbangan yang vital bagi konektivitas dan perekonomian nasional. Pekerjaan ini memberikan rasa bangga dan kepuasan karena membantu kelancaran dan keselamatan penerbangan.
  • Beragam Jam Kerja: Marshaller memiliki pilihan jam kerja yang bervariasi, mulai dari shift pagi, siang, sore, malam, hingga dini hari. Hal ini memungkinkan marshaller untuk menyesuaikan pekerjaannya dengan gaya hidup mereka.
READ MORE :  Update Gaji PT Sansan Saudaratex Jaya Kalibagor

Sisi Negatif:

  • Pekerjaan Fisik yang Berat: Marshaller harus bekerja di luar ruangan, terpapar cuaca panas, hujan, dan angin kencang. Pekerjaan ini juga menuntut fisik yang prima karena sering melibatkan aktivitas seperti berjalan kaki, mengangkat benda, dan memberikan sinyal tangan.
  • Jam Kerja Tidak Teratur: Jam kerja marshaller tidak selalu terpaku pada jam kerja kantoran. Mereka harus siap bekerja di berbagai shift, termasuk shift malam dan dini hari, yang dapat mengganggu pola tidur dan kehidupan pribadi.
  • Tingkat Stres Tinggi: Pekerjaan marshaller membutuhkan fokus dan konsentrasi tinggi karena kesalahan kecil dapat berakibat fatal. Mereka harus bekerja di bawah tekanan dan stres, terutama saat menangani pesawat besar atau dalam situasi yang tidak terduga.
  • Risiko Kecelakaan: Meskipun jarang terjadi, marshaller berisiko mengalami kecelakaan kerja saat bertugas di apron bandara. Mereka harus selalu waspada dan mengikuti prosedur keselamatan yang ketat untuk menghindari bahaya.
  • Tersingkir oleh Otomatisasi: Perkembangan teknologi di industri penerbangan dapat memicu otomatisasi tugas-tugas marshaller di masa depan. Hal ini dapat berakibat pada pengurangan kebutuhan marshaller dan persaingan yang lebih ketat dalam mendapatkan pekerjaan.

Kesimpulan

Gaji marshaller dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti lokasi geografis, pengalaman, dan sertifikasi yang di miliki. Meskipun tidak selalu sebesar beberapa posisi lain dalam industri penerbangan, peran mereka sangat penting dalam menjaga keselamatan dan efisiensi operasional di bandara. Dengan dedikasi dalam pekerjaan, pengalaman yang terus bertambah, dan upaya untuk memperoleh sertifikasi yang relevan, marshaller memiliki potensi untuk meraih penghasilan yang memuaskan dan menjadi bagian integral dari industri penerbangan yang dinamis.

Views: 0
Views: 0