Apa itu Gaji Bersih & Bagaimana Rumus Menghitungnya

Dalam dunia kerja, istilah “gaji” seringkali mengacu pada penghasilan yang di terima seorang karyawan dari suatu perusahaan. Namun, penting untuk di pahami bahwa ada perbedaan antara “gaji kotor” dan “gaji bersih”. Gaji kotor adalah total penghasilan yang Anda terima sebelum pajak, BPJS, dan potongan lainnya. Sebaliknya, gaji bersih Anda adalah jumlah yang Anda terima setelah semua pemotongan diperhitungkan. Gaji bersih merupakan istilah yang sering muncul dalam dunia kerja dan keuangan pribadi. Namun, masih banyak orang yang belum memahami apa itu take-home pay, cara menghitungnya, dan mengapa penting untuk mengetahui berapa sebenarnya penghasilan yang Anda terima. Artikel ini memberikan penjelasan rinci tentang gaji bersih, termasuk definisinya, cara penghitungannya, dan pentingnya dalam mengelola keuangan karyawan dan pribadi.

Pengertian Gaji Bersih

Gaji bersih adalah jumlah yang di terima pegawai setelah dipotong atau dipotong dari gaji kotornya. Pemotongan ini biasanya mencakup pajak penghasilan, iuran jaminan sosial, iuran asuransi kesehatan, dan pemotongan lainnya yang di atur oleh peraturan perusahaan atau pemerintah. Sederhananya, gaji adalah jumlah yang sebenarnya disetorkan ke rekening karyawan setiap bulan dan tersedia untuk kebutuhan pribadi.

Memahami Gaji Bersih

Gaji bersih adalah penghasilan aktual yang Anda bawa pulang setelah semua potongan wajib dan opsional dikurangkan dari gaji kotor Anda. Potongan wajib umumnya termasuk:

  • Pajak Penghasilan (PPh): PPh adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan Anda. Besaran PPh dihitung berdasarkan penghasilan neto Anda dan terbagi menjadi beberapa lapisan.
  • BPJS Ketenagakerjaan: Potongan BPJS Ketenagakerjaan terdiri dari 2.4% dari gaji kotor Anda yang ditanggung oleh Anda dan 2% dari gaji kotor Anda yang ditanggung oleh perusahaan.
  • BPJS Kesehatan: Potongan BPJS Kesehatan terdiri dari 4% dari gaji kotor Anda yang ditanggung oleh Anda dan 4% dari gaji kotor Anda yang ditanggung oleh perusahaan.

Perbedaan Antara Gaji Kotor dan Gaji Bersih

Untuk memahami istilah gaji, penting untuk membedakan antara gaji kotor dan gaji bersih. Gaji kotor adalah total kompensasi yang di terima seorang karyawan sebelum di potong. Gaji total mencakup seluruh tunjangan, bonus, dan unsur pendapatan lain yang di berikan oleh perusahaan. Sebaliknya, gaji bersih adalah jumlah yang tersisa setelah semua pemotongan di perhitungkan.

READ MORE :  Update Gaji di PT Tiga Serangkai

Contoh Perbedaan:

Misalnya, jika seorang karyawan memiliki gaji kotor sebesar Rp 10.000.000 per bulan, setelah dipotong pajak penghasilan, asuransi, dan kontribusi jaminan sosial, jumlah yang diterima karyawan sebagai gaji mungkin hanya sekitar Rp 8.000.000.

Metode Perhitungan

Menghitung gaji memerlukan pemahaman tentang berbagai potongan yang berlaku pada gaji karyawan. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam menghitung gaji bersih:

1. Mulai dengan Gaji Kotor

Langkah pertama adalah mengetahui jumlah gaji kotor, yaitu total pendapatan sebelum potongan. Misalnya, gaji kotor seorang karyawan adalah Rp 10.000.000 per bulan.

2. Hitung Pajak Penghasilan

Pajak penghasilan biasanya merupakan potongan terbesar dari gaji kotor. Besaran pajak penghasilan bergantung pada tarif pajak yang berlaku dan besaran gaji karyawan. Di Indonesia, pajak penghasilan di hitung berdasarkan tarif progresif.

3. Kontribusi Jaminan Sosial

Potongan lain yang umum adalah kontribusi jaminan sosial, yang mencakup jaminan pensiun, jaminan kesehatan, dan jaminan hari tua. Persentase potongan ini di tentukan oleh peraturan pemerintah.

4. Asuransi Kesehatan

Jika perusahaan menyediakan asuransi kesehatan, premi asuransi biasanya dipotong dari gaji kotor. Besarannya tergantung pada kebijakan perusahaan dan jenis asuransi yang di berikan.

5. Potongan Lainnya

Selain potongan yang telah di sebutkan, ada juga potongan lainnya seperti pinjaman karyawan, iuran serikat pekerja, dan lain-lain. Semua potongan ini harus di perhitungkan untuk mendapatkan gaji bersih.

Rumus Menghitung Gaji Bersih

Gaji bersih adalah penghasilan yang Anda terima setelah di potong berbagai kewajiban, seperti pajak penghasilan (PPh), BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan potongan lainnya.

Rumus dasar untuk menghitung gaji adalah:

Gaji Bersih = Gaji Kotor – Potongan Wajib – Potongan Opsional

Penjelasan:

  • Gaji Kotor: Total penghasilan yang Anda terima sebelum di potong apapun.
  • Potongan Wajib: Potongan yang wajib di bayarkan oleh Anda dan/atau perusahaan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Contohnya:
    • Pajak Penghasilan (PPh): Pajak yang di kenakan atas penghasilan Anda. Besaran PPh di hitung berdasarkan penghasilan neto Anda dan terbagi menjadi beberapa lapisan.
    • BPJS Ketenagakerjaan: Potongan BPJS Ketenagakerjaan terdiri dari 2.4% dari gaji kotor Anda yang di tanggung oleh Anda dan 2% dari gaji kotor Anda yang di tanggung oleh perusahaan.
    • BPJS Kesehatan: Potongan BPJS Kesehatan terdiri dari 4% dari gaji kotor Anda yang di tanggung oleh Anda dan 4% dari gaji kotor Anda yang di tanggung oleh perusahaan.
  • Potongan Opsional: Potongan yang Anda pilih untuk di bayarkan, seperti:
    • Iuran pensiun: Iuran pensiun adalah dana yang Anda sisihkan untuk masa pensiun Anda.
    • Asuransi kesehatan tambahan: Anda dapat memilih untuk membeli asuransi kesehatan tambahan untuk mendapatkan manfaat yang lebih luas.
    • Pinjaman karyawan: Jika Anda memiliki pinjaman karyawan dari perusahaan, cicilan pinjaman akan di potong dari gaji Anda.
READ MORE :  Update Gaji PT Link Net Semua Posisi Terbaru 2023

Contoh:

  • Gaji Kotor: Rp 5.000.000
  • Potongan Wajib:
    • PPh: Rp 500.000
    • BPJS Ketenagakerjaan: Rp 120.000
    • BPJS Kesehatan: Rp 200.000
  • Potongan Opsional:
    • Iuran Pensiun: Rp 100.000
    • Asuransi Kesehatan Tambahan: Rp 50.000

Gaji Bersih = Rp 5.000.000 – Rp 500.000 – Rp 120.000 – Rp 200.000 – Rp 100.000 – Rp 50.000 = Rp 4.030.000

Perbedaan Gaji Bersih dan Gaji Kotor

Gaji kotor dan gaji bersih adalah dua istilah yang sering di gunakan dalam dunia kerja, namun memiliki makna yang berbeda. Berikut adalah penjelasannya:

Gaji Kotor:

  • Contoh: Jika Anda menerima gaji kotor Rp 5.000.000 per bulan, artinya Anda menerima Rp 5.000.000 secara utuh sebelum di potong apapun.
  • Kegunaan: Gaji kotor umumnya di gunakan sebagai acuan dalam kontrak kerja, slip gaji, dan perhitungan tunjangan.

Gaji Bersih:

  • Contoh: Jika gaji kotor Anda Rp 5.000.000 per bulan dan di potong pajak Rp 500.000, BPJS Ketenagakerjaan Rp 120.000, BPJS Kesehatan Rp 200.000, maka gaji bersih Anda adalah Rp 4.180.000.
  • Kegunaan:  Jumlah uang yang Anda bawa pulang dan dapat di gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mencapai tujuan keuangan.

Perbedaan Utama:

  • Potongan: Gaji kotor belum di potong pajak, BPJS, dan potongan lainnya, sedangkan gaji bersih sudah di potong semua kewajiban tersebut.
  • Penggunaan: Gaji kotor di gunakan sebagai acuan dalam kontrak kerja dan perhitungan tunjangan, sedangkan gaji bersih di gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mencapai tujuan keuangan.

Pentingnya Mengetahui Gaji Bersih

Mengetahui gaji sangat penting bagi karyawan untuk beberapa alasan berikut:

1. Pengelolaan Keuangan Pribadi

Dengan mengetahui gaji , karyawan dapat merencanakan pengeluaran dan menyesuaikan gaya hidup mereka sesuai dengan jumlah uang yang tersedia setiap bulan. Ini membantu dalam pengelolaan keuangan pribadi yang lebih baik dan mencegah utang yang tidak perlu.

READ MORE :  Update Gaji di PT Mitsuba Tangerang

2. Perencanaan Tabungan dan Investasi

Untuk menentukan berapa banyak yang bisa di sisihkan untuk tabungan dan investasi. Dengan mengetahui jumlah pasti yang di terima setiap bulan, karyawan dapat merencanakan tabungan dan investasi jangka panjang dengan lebih efektif.

3. Evaluasi Penawaran Pekerjaan

Saat menerima tawaran pekerjaan, mengetahui membantu karyawan untuk mengevaluasi apakah tawaran tersebut sesuai dengan kebutuhan finansial mereka. Gaji kotor yang tinggi tidak selalu berarti gaji bersih yang tinggi, karena potongan-potongan yang besar dapat mengurangi jumlah yang di terima.

4. Negosiasi Gaji

Dalam negosiasi, memiliki pemahaman yang jelas tentang gaji membantu karyawan untuk berargumen dengan lebih baik. Mereka dapat meminta gaji kotor yang lebih tinggi jika potongan-potongan yang di terapkan cukup besar, sehingga gaji yang di terima sesuai dengan ekspektasi mereka.

Kesimpulan

Gaji bersih adalah jumlah yang di terima karyawan setelah seluruh pemotongan di kurangi dari gaji kotornya. Mengetahui gaji yang Anda bawa pulang sangat penting untuk mengelola keuangan pribadi Anda, merencanakan tabungan dan investasi Anda, mengevaluasi tawaran pekerjaan, dan menegosiasikan gaji. Memahami perbedaan antara gaji kotor dan bersih serta cara penghitungannya dapat membantu karyawan merencanakan keuangan mereka dengan lebih baik dan membuat keputusan yang lebih tepat mengenai pekerjaan dan kompensasi mereka.

Penting bagi seluruh karyawan untuk menyadari pemotongan apa yang mempengaruhi gaji mereka dan bagaimana pengaruhnya terhadap gaji yang mereka terima. Ini akan membantu Anda merencanakan keuangan dengan lebih baik dan memastikan Anda hidup sesuai kemampuan Anda.

Views: 13
Views: 13